Jumat, 15 November 2013

Tidak Sendiri

Oleh : Nita Juniati

Udara yang cukup dingin dengan sedikit gemuruh suara-suara merdu anak adam. Bercerita asyik dari segala sudut, sedikit menemani kegundahan. Selain itu ku dengar merdunya kicauan burung, serta petikan gitar yang cukup menghibur. Namun sayang, seseorang yang ku tunggu tak jua datang menemani. Aku sendiri disini, tiada yang menyapa atau menghampiri kesendirian ini.
Bagaimana bisa aku terus berdiam sendiri, ditengah cuaca dingin nan segar ini. Aku butuh kawan untuk sekedar bercakap. Aku butuh kawan untuk sekedar berbagi senyum serta sendu. Namun ditengah kesendirian ini ada sesuatu yang cukup buat ku tersenyum kecil. Dari balik pintu hijau yang tak jauh dari pandangan ku, keluar beberapa orang laki-laki yang tengah memayang seorang perempuan yang pingsan. Beberapa detik aku terhipnotis melihat kejadian itu, namun tak lama dari itu aku segera tersadar. Seperti tak ada wanita-wanita kuat yang mampu memayang seorang wanita yang pingsan itu. Aku hanya sedang berpikir mengenai orang-orang diluar sana, yang sama-sama seperti ku melihat kejadian itu.
                Hahahaha.... sudah lupakan saja. Kembali dengan kesendirian ini. Aku seperti kehabisan cerita, melihat sekitar yang sama-sama saja. Padahal aku tau dia tidak akan hadir dipagi ini. Aku pun tak mengerti mengapa aku begitu senang dengan keadaan yang selalu menunggu sesuatu yang sudah pasti tidak akan menemui ku. Aku kehabisan jalan, kemana seharusnya aku melanjutkan perasaan ini. Padahal cukup disini, aku tak mau lagi melanjutkan rasa yang jelas tak terbalaskan.
                Aku masih cukup sadar diri untuk sekarang ini. Namun aku tak kuasa lagi melihat dia, bukan kah biasanya aku bersikap biasa menemui orang yang ku kagumi. Bahkan tak banyak orang yang bisa melihat bagaimana perasaan ku yang sebenarnya. Tapi kini seakan aku menceritakan semua hal yang ada dalam diri, semua ku katakan begitu terang walau memang tak mengalahkan terangnya mentari.
                Masih saja aku terbayang-bayang dengan senyumnya, yang memesona di bola mata ku. Suara musik dibelakang ku begitu merdu saja, menemani kesendirian ini. Seakan sedang berada dalam layar lebar, dengan soundtrack yang mewakili perasaan ini. Pikiran ku memberikan dua pilihan, tetap diam disini menunggu yang tidak akan datang atau segera lati dari tempat ini dan mencari suasana baru. Walau masih tetap dalam kesendirian.

                Sepertinya aku salah membuat motivasi, “jangan takut untuk bermimpi”. Sampai buat ku terus bermimpi, jelas saja aku tak mau bangun dari mimpi-mimpi yang tak nyata ini. Begini lah keadaan seorang wanita yang tengah terbuai dengan hati yang dinanti. Namun ini sedikit buat ku nyaman dibalik beban besar yang tengah menghadang. Ku akhiri saja cerita pagi ini, ku sudah ditemui kedua teman ku yang kembali mengajaku diam diteras sebrang sana. 

Pena dan Kertas

Oleh : Nita Juniati

Inspirasi yang dinanti-nanti
Menatap sekeliling berharap menerangi
Menggerakan pena yang tercekik jari-jari
Mensiasati kertas yang belum terisi
Pena dan kertas bagai teman sejati
Yang setia kala sunyi dan sepi
Seperti jemari yang menari
Diatas pentas hamparan kertas ternodai
Lautan kata-kata yang menghiasi
Menjadi sebuah karya yang berarti

Hilang

oleh : Nita Juniati

Berjalan ku di alunan nafas
ku berlari 
tinggal kenangan
samar-samar ku dengan ajal Mu
kini ku tau
ini rasa ku
detak jantung ku seakan terhenti
ribuan cinta 
mengadu pada Mu
rasa-rasa ku akan kembali
nyata ku tau 
disamping ku hilang

Rabu, 13 November 2013

Tidak Sedang Jatuh Cinta

Oleh : Nita Juniati

Hanya sedang mencari seseorang yang sulit ditemukan.
Malu atau memalukan, aku pun tak pernah tau.
Baru akan berkenalan, namun sudah lari begitu saja.
Mencari senyum nya kesana kemari.
Hanya butuh penjelasan, tentang hobby nya.
Mungkin dia dapat membantu untuk menyelesaikan tulisan.
Namun semua salah menilai.
Aku tidak sedang jatuh cinta.

Rabu, 10 Juli 2013

test video clip.......

Ini kali yah yang dinamakan iseng-iseng berhadiah. Hahahaha... tapi hadiah nya bukan berupa penghargaan atau semacam kado apalah. Hadiahnya ya tentu karya, dari hasil ngelamun dan bosan akhirnya bisa menghasilkan sesuatu. Walaupun hasilnya gak luar biasa tapi ya setidaknya bisa dinikmatilah. Walaupun gak minta izin sama yang ngecover lagunya dulu, tapi gak apa-apa lah. ahahahahahaha selamat menikmati :)



Amburadul

Ini malu sekali rasanya, aku seakan diburu oleh segerombol cermin. Siapa diriku ini, yang tengah melamun didepan banyak orang yang hilir mudik. Setumpuk pikiran diotak ku, yang tengah membebani seluruh tubuh ini. Sakit.... ini jelas sakit, mengertilah ini benar-benar sakit. Aku lihat ada dia, melintas dihadap ku namun rasanya dia tak melihat ku.
Apa yang seharusnya menjadi fokus pikiran ku, semua seakan tak beres. Atau yang tidak beres ini memang tidak beres. Dia dimana dia ? Aku ingin sekali rasanya berteriak namanya, dan menyuruh dia untuk diam disampingku, namun namun namun dia tak pernah bisa ada disampingku. Dia terlalu sibuk, dia terlalu banyak urusan yang jelas tidak sama dengan ku. Aku diam aku hanya diam, aku cuma bisa diam. Mengertilah aku hanya diam. Tak banyak yang bisa ku kerjakan, selain menulis hal yang tidak jelas ini, aku jelas pusing ini sagat pusing, rasanya ingin sekali menangis, mengapa aku mengapa???? Aku sangat menyebalkan sekali, kenapa dengan aku ini.Kenapa? Aku sangat pusing sekali, aku tidak punya teman bercerita, tapi aku juga tidak bisa bercerita.
Apa ini maksudnya?
menceritakan hal yang amburadul seperti ini!!! Dasar ini terlalu amburadul.

Bandung, 10 July 2013

              Sahabat
                  di
               tempat


Assalamualaikum wr.wb

Hay, apa kabar? aku hanya sendiri dimalam yang sunyi, tentunya dikamar yang nyaman ini. Aku sungguh merasakan hal ganjil, tapi ini bukan horor seperti yang kau pikirkan. Hanya sebuah perasaan yang kurang saja. Sepertinya karena tidak bertemu dengan pujaan hati, hahahahahahahaha sial lagi-lagi menjadi pengagum rahasia. Pasti kau sedang menertawakan ku! Tapi, tertawa sajalah sepuasnya, aku sudah biasa dengan ledekan-ledekan kecil itu.
Dia semakin hebat saja, jauh berbeda dengan ku. Pekerjaan ku ya seperti ini, hanya bisa bercerita tentang rasa yang menggebu dalam hati. Tapi dia dapat menuliskan hal-hal luar biasa yang ia cari. Sungguh aku merasa sangat berada dibawah, ketika membaca tulisan-tulisan dia. Semakin kagum namun semakin membuat ku tahu diri siapa aku.
Kau pasti sudah bosan, mendengarkan aku menceritakan sesosok pujaan hati ku yang hebat itu. Tapi please untuk kali ini, aku benar-benar tidak bisa menahan kata-kata yang ingin terus membicarakannya. Hahahaha ya sepertinya aku sedang rindu berat. Dia yang tak pernah sedikitpun menyapa aku, dia yang tak pernah mempedulikan ku. Tapi tak apalah sudah bisa mengenalnya itu cukup buat ku. Aku tidak menyesali menyimpan rasa ini untuk orang yang belum tentu bisa ku miliki.
Ok..ok... mungkin aku cukupkan sekian saja, bercerita sedikit tentang pujaan hati ku. Ya... aku tahu kau sudah bosan dan tidak merespond pembicaraan ku lagi hahahahaha. Doakan aku tetap bisa tersenyum melihat dia bahagia. See you....... :)


Thaks very much


     Anonim