Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Desember 2013

Bedebah

Oleh : Nita Juniati

Kejam!!!
Siapa bilang kau kejam?
Aku senang, bermain tanda
Jangan bilang, aku kejam
Aku tak bilang kau kejam, tuan
Aku mencium wewangian
wangi tikus busuk!
Aku memandang keindahan
indah nya sampah yang menggunung!
Lihat !!!!
Lihat, kerah kemeja mu tuan
Ada lubang air mata, yang kau abaikan
Lihat !!!!
Lihat, mengkilatnya sepatu mu tuan
Ada tangan-tangan merangkak ketakutan
Anggap saja dunia ini milik mu, tuan
Hati-hati, telunjuk mu sakral
Sejauh mana kau debah
Kami, kami ini


Selasa, 26 November 2013

Sungguh

oleh : Nita Juniati

Tuhan ciptakan kedua bola mata
untuk melihat hal terindah
Tuhan ciptakan hati
dan berikan keleluasaan untuk berperasaan

Namun aku tak pernah sadar
Engkau ciptakan titik terang
ditengah gelap gulitanya keadaan
bukan sulit, hanya lelah mencari

Lelah melangkah, percuma terdiam!
sesal ku yang tak tampak
merobek tangisan tak berair mata
sungguh .....
teka-teki Mu Indah

Jumat, 15 November 2013

Pena dan Kertas

Oleh : Nita Juniati

Inspirasi yang dinanti-nanti
Menatap sekeliling berharap menerangi
Menggerakan pena yang tercekik jari-jari
Mensiasati kertas yang belum terisi
Pena dan kertas bagai teman sejati
Yang setia kala sunyi dan sepi
Seperti jemari yang menari
Diatas pentas hamparan kertas ternodai
Lautan kata-kata yang menghiasi
Menjadi sebuah karya yang berarti

Hilang

oleh : Nita Juniati

Berjalan ku di alunan nafas
ku berlari 
tinggal kenangan
samar-samar ku dengan ajal Mu
kini ku tau
ini rasa ku
detak jantung ku seakan terhenti
ribuan cinta 
mengadu pada Mu
rasa-rasa ku akan kembali
nyata ku tau 
disamping ku hilang

Rabu, 13 November 2013

Tidak Sedang Jatuh Cinta

Oleh : Nita Juniati

Hanya sedang mencari seseorang yang sulit ditemukan.
Malu atau memalukan, aku pun tak pernah tau.
Baru akan berkenalan, namun sudah lari begitu saja.
Mencari senyum nya kesana kemari.
Hanya butuh penjelasan, tentang hobby nya.
Mungkin dia dapat membantu untuk menyelesaikan tulisan.
Namun semua salah menilai.
Aku tidak sedang jatuh cinta.

Kamis, 23 Mei 2013

Jeruji

"ARGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHH" teriakan..

-nie :
"Kesal!!" berkali-kali kata itu terulang dari mulut manis itu. Semakin buta saja pandangan mata ku, melihat kejadian-kejadian gila yang di temui nya. Sedih sekali, melihat pilu wanita manis itu. Bibir ku sudah tak bisa menahan ingin berkata "Bodoh sekali, kau terlalu kegirangan atas semua perhatian busuk nya!". Sayang, aku masih punya hati. Hati yang terkadang berwarna kelabu, lalu berubah menjadi biru.
"RESAH" Jawab ku gundah, mendengar nya berkali-kali meneriakan perjodohan itu. Aku hanya memandang resah, pemilik hati yang tengah di ombang-ambing kebimbangan. Mencakar hati, menyobek kisah, lakukan lah wanita manis.
Hentikan! semua itu tak mengarah padanya. Rayuan-rayuan busuk itu, "LUPAKAN SAJA"...
Masih ada bintang di atas sana yang takan pernah hadir merobek pelangi.

Jumat, 03 Mei 2013

Lanca Linci Luncat Mulang

Nita Juniati

waragad geus teu walakaya...
ngan saukur nyarita teu bisa "prok" na
sabisa-bisa ngalengkah ka katuhu
kiwari kenca nunungguan
usik malik teu kalengkah
ngan saukur ngarti
kanyaah moal laas ku panas na jaman
sing percaya kana diri
kabisa lain kekesed
nya kabisa lalangit hate
satungtung kabisa jadi biasa
moal aya deui lanca linci luncat mulang

Kamis, 11 April 2013

Kini Aku

Oleh : Nita Juniati


Sosok hitam dihadap ku
Sosok terang di belakang ku
Mencekik asa yang kan terjatuh
Hadir ayunan tangan suci menjemput ku
Bias menggaung di daun telinga
Merobek lembaran cahaya
Meceraikan syair lalu ku, Ini aku benar-benar sakit
mengembara senja terobek angin
bayang-bayang gelap mengajak ku bermain
seolah menusuk jantung tanpa pedang
hati ku rapuh bagai balon udara pecah penuh hawa bertaburan
siapa kau?
meludahi ku digelap siang tak bersuara
kau pecut ku terbuang  ke hamparan sadis amukan Tuan..
lalu lalang ku hilang tanpa bayang
merauk jingga bertebar duka
engkau jauh layu terinjak
hanya Tuan merangkul indah bahu-bahu tangis